SEJARAH DESA PRIYOSO
Di setiap Negara, Propinsi, Kabupaten bahkan Desa, tertentu memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri ini tentunya tidak sama antara desa yang lain, demikian juga keberadaan desa priyoso mempunyai sejarah tersendiri yang sudah barang tentu beda dengan Desa-desa yang lain. Sejarah Desa Priyoso menurut dongeng atau cerita yang di wariskan dari generasi ke generasi sangat variatif sulit bila di cari dan fakta yang pas, Karena tidak sedikit dongeng atau cerita tersebut dihubungkan dengan mitos dan tempat tentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini Desa Priyoso juga mempunyai hal-hal tersebut yang merupakan identitas diri Desa Priyoso yang akan tertulis kisah-kisahnya di dalam ini.
Dari berbagai sumber yang ada berbagai cerita yang ada Desa Priyoso, Desa Priyoso ada beberapa cerita yang berfariatif, dari berbagai sumber cerita tersebut bahwa sebelumnya Desa Priyoso dikenal dengan sebutan Desa Jalang bahkan dengan sampai saat ini banyak warga tetangga desa atau desa yang lain yang melekat dengan sebutan Desa Jalang, dari situlah kami mencari tahu dari beberapa sumber bahkan konon ada beberapa kelompok orang, disitulah ada sebuah pondok kecil yang di gunakan Si’ar agama Islam atau Mengaji, dari beberapa murit ada salah satu dari sekian murid tadi yang sering membuat kesalahan-kesalahan atau memindahkan aturan-aturan yang ada makna dari situlah seorang dari guru ngaji tersebut memberikan wejangan atau fatwa kepada murid yang termasuk di dalam fatwa tersebut diharapkan jangan sampai anak yang tidak menatati petunjuk guru atau jadi anak jalang dari situlah sehingga tersebar bahwa desa ini dikenal dengan desa jalang. Berdasarkan rembuk desa yang termasuk di dalamnya membahas tentang nama desa jalang, pemahaman dari peserta rembuk desa tersebut.
Bahwa mengingat jalang berkonotasi diangap kurang baik sebagai nama desa, karena jalang berarti nakal maka hasil rembuk desa tersebut disepakati bahwa jalang dirubah dengan nama desa priyoso.
Dulu priyoso hendak terdiri dari satu dusun yaitu dusun priyoso, dari perkembangan zaman, lama kelamaan berkembang menjadi 2 dukuan ( yang sekarang berubah menjadi dusun ) atau 2 dusun yaitu :
- Dusun priyoso wetan
- Dusun priyoso kulon
Dusun priyoso wetan adalah suatu dusun yang merupakan cikal bakal terbentuknya desa priyoso, dimana yang memang tumbuh dan berkembang di bagian timur dari wilayah desa priyoso, dari tahun ketahun terus berkembang maka oleh pendirinya dinamakan dusun priyoso wetan.
Sebagai sesepuh desa priyoso wetan yang sudah fawat beberapa puluh bahkan ratusan tahun yang lalu mengingat penulis belum menemukan secara pasti tahun beberapa beliau wafat, namun di yakini oleh masyarakat bahkan ampai saat ini makam beliau masih di keramatkan terbukti makamnya terawat dengan baik bahkan dibuatkan cungkup ( rumah kecil ) dan setiap hari hari besar islam selalu di kenang oleh masyarakat dengan cara berziarah kemakam beliau, masyarakat priyoso wetan menyakini bahwa sesepuh tersebut bernama mbah wongso.
Awal mulanya berdirinya dusun priyoso kulon menurut cerita berawal dari keberadaan seorang pandai besi yang lama kelamaan berkembang dari tahun ketahun, mengingat letaknya dibagian barat maka oleh pendirinya dinamakan dusun priyoso kulon, kulon berarti barat.
Sebagaimana dengan dusun-dusun yang lainbahwasanya masyarakat dusun priyoso kulon juga mempunyai sesepuh atau orang yang dianggap sebagai pendiri dusun priyoso kulon, yang saat ini juga masih dikeramatkan yang makamnya di sebelah utara dusun priyoso kulon yang namanya disebut buyut podo.
Nama-nama penjabat kepala desa priyoso
Dari masa berdirinya sampai sekarang desa priyoso telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, namun penulis tidak dapat menyebutkan sejak awal berdirinya desa priyoso karena nama petinggi masi bernama demang atu sebutan yang lain.
Adapun bernama nama penjabat petinggi atau kepala desa yang dapat penulisnya sebagai berikut :
- SARDIYO Petinggi tahun .............
- SAID Petinggi tahun .............
- KATEMI Petinggi tahun .............
- ZAINI Petinggi tahun ............. - 1947
- MUSLAN Petinggi tahun 1948 - 1960
- YAHYA Petinggi tahun 1961 – 1965
- CHAIR Petinggi tahun 1966 – 1980
- TERIK SOENANDAR Petinggi tahun 1981 – 1989
- SOEHARI Petinggi tahun 1990 – 2007
- SUMINTO Petinggi tahun 2007 – 2013
- SUMINTO Petinggi tahun 2013 – 2018
Dalam perjalanan pembangunan desa priyoso telah di pimpin oleh beberapa petinggi atau kepala desa, itu semua tidak ada data pendukung yang pas, namun penulis masih dapat mengemukakan beberapa pejabat – pejabat desa yang dulu disebut petinggi masing-masing karya-karya tersendiri yang oleh masyarakat dianggap istimewah.
Karya-karya adalah sebagai berikut :
- Masa kepemimpinan petinggi SRADIYO.
Masa kepemimpinan petinggi sardiyo cerita yang paling spesifik iyalah ketika dulu masih namanya demang, apabila rapat kerja atau repotan kekanjeng sepuh sedayu, dalam rapat kerja tersebut petinggi sardiyo terlelap atau ngantuk ketika di ketahui oleh kanjeng sepuh maka beliau mengatakan kamu tidak layak jadi demang pulang dan kembali menjadi petani, saat itula demang sardiyo pulang dan menyampaikan kepada masyarakat sesuai dengan pemerintah kanjeng sepuh dan saat juga demang sardiyo berhenti menjadi demang.
- Masa kepemimpinan petinggi SAID
Pada masa petinggi said masih meneruskan perjuangan pendahuluanya yaitu pembenahan-pembenahan rumah tinggal penduduk atau jalan-jalan didalam kampung dan sampai saat ini penulis belum bisa menemukan tentang perkembangan dan perubahan lebih lanjut pada masa kepemimpinan petinggi said.
- Masa kepemimpinan petinggi KATEMIN
Kepemimpinan petinggi katemin ada beberapa cerita yang bisa di terima oleh penulis yang paling di kenang iyalah, bahwa pertinggi katemin sepertinya terinspirasi bahwa penduduk priyoso kedepan akan lebih layak hidup sebagai petani sekalipun saat itu banyak masyarakat yang orbinisasi mencari kehidupan yang lebih baik dengan usaha sebagai pedagang kaki lima atau yang lain, terbukti bahwa petinggi katemin berwawasan kedepan dia bersih keras untuk melakukan trobosan-trobosan yang nantinya dibuktikan membuat saluran air kesawah-sawah atau bahasa jawa kali.
- Masa kepemimpinan petinggi H. ZAINI
Masa kepemimpinan petinggi H. Zaini masih tidak jauh beda dengan petinggi sebelumnya yaitu melakukan pembenahan-pembenahan disana-sini, tapi yang kami bisa catat bahwasanya ketika kepemimpinan H. Zaini ada kesan di masyarakat, bahwa sengaja beliau membangun kebersamaan di masyarakat, terbukti di bentuknya lumbung-lumbung tersebut diatur berdasarkan hasil rembuk des, bahwa setiap musim panen tiba diharapkan sekian persen dari hasil yang di peroleh disimpan dalam lumbung lumbung desa tersebut dengan harapkan sebagai persiapan ketika musim-musim dimana masyarakat bisa memanfaatkan kembali.
- Masa kepemimpinan petinggi MUSLAN
Pada masa kepemimpinan petinggi muslan masih banyak meneruskan hasil-hasil yang diperoleh oleh petinggi sebelumnya, namun kiranya sedikit yang kami simpulkan dimana masa kepemimpinan beliau ini ada perubahan yakni dengan penambahan perkampungan dibelahan utara yang terletak didusun priyoso wetan RT 02 / RW 02 juga adanya pagar pembatas antara pembatas antara wilayah perkampungan dengan wilayah pertanian atau tegalan yang dinamakan pagar kikis.
- Masa kepemimpinan petinggi YAHYA
Perjalanan kepemimpimpinan petinggi yahya kami hanya bisa mencatat bahwa tidak banyak perubahan-perubahan yang berarti mengingat masa kepemimpinan beliau hanya berjalan kurang lebih tiga tahun.
- Masa kepemimpinan petinggi H. CHOIR
Kepemimpinan H.Choir mula bisa dirasakan bahwa dsa priyoso sedikit demi sedikit ada beberapa perubahan yang sangat berarti, kami dapat menyimpulkan dengan keberadaan beliaulah desa priyoso pertama kali ada fasilitas umum yang bisa di rasakan oleh masyarakat yakni berupa pembangunan beton terbukti adanya pembangunan dam pintu air yang sampai sekarang masih terlihat kokoh yang letaknya di dusun priyoso kulon, serta berupa bangunan jembatan beton yang ada di dusun priyoso wetan tepatnya di RT 01/ RW 01, namun dengan adanya perubahan yang ada mestinya jembatan tersebut yang masih layak untuk digunakan namun telah di rehap pada tahun 2003, kemudian berupa bangunan SDN satu lokal, yang sebelumnya bernama SDN Blawi dua, juga adanya jembatan penghubung antara dua kecamatan ( glagah – karangbinangun dibelahan timur )
- Masa kepemimpinan kepala desa TERIK SOENANDAR
Pada masa kepemimpinan kepala desa Terik Soenandar beliau inilah dimulai pembangunan infrastruktur, berdirinya kantor dan balai desa, yang sebelumnya pusat pemerintahan berpindah-pindah menikuti rumah kepala desa, jalan makadam dan gapura.
Pada masa beliau berdirinya satu lokal gedung SDN priyoso, kemudian juga terbentuknya RT-RW dan berkat kepemimpinan kepala desa Terik Soenandar pula lah desa priyoso bisa terlepas dari aibnya yang dulunya ada tempat- tempat mesum ( warung remang-remang) bisa hilang dari desa priyoso
- Masa kepemimpinan kepala desa H. SOEHARI. A
Pada masa kepemimpinan kepala desa H. Soehari .A. inilah desa priyoso bangkit dari tidurnya mengejar ketertinggalan untuk mencapai kesejahteraan dari desa-desa maju yang lain. Perubahan demi perubahan yang di laksanakan baik secara fisik atau non fisik, dengan harapan untuk menjadikan desa priyoso menjadi baik atau ideal.
Pembangunan desa disaat kepala desa H. Soehari.A. antara lain :
- Jembatan beton penghubung antara desa priyoso dan desa glagah, yang sebelumnya masih terbuat dari bambu.
- 85�ri jalan-jalan yang ada di wilayah desa priyoso, baik jalan poros maupun jalan kampung yangb sudah berupa jalan rabat beton
- Renovasi masjid jami’ atakwa
- Pembenahan tata ruang desa
- Rehap kantor desa dan balai desa
- Pembangunan 8 jembatan beton dalam kampung
- Pembangunan TPQ/TPA
- Masa kepemimpinan kepala desa Suminto
Kepemimpinan kepala desa Suminto tidak ada bedanya dengan kepala desa lainya yaitu meneruskan berbagai hal yang masih kurang baik membangun fisik, pembangunan yang dilakukan :
Jalan poros desa dari batas desa kuro sampai desa pendowo limo dengan panjang 1.600 m, lebar 3 x 4 m dari dana pusat provinsi, kabupaten dan swadaya.
- Masa kepemimpinan kepala desa Suminto
Kepemimpinan kepala desa suminto yang sekarang ini menjabat yang kedua kalinya ( ketika RP JMDes ini buat ) tidak ada bedanya yang dulu dipimpinya hanya sekarang meneruskan berbagai hal yang kurang yaitu pembangunan TPT masing-masing dusun, meneruskan saluran drainase, jalan menuju kepertanian, jalan poros desa.